Makalah Penilaian Hutan Medan, Oktober 2019
TUGAS MATA KULIAH PENILAIAN HUTAN
”MANFAAT DAN NILAI
EKONOMI POHON NIPAH”
Dosen Pengasuh :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut.,M.Si
Oleh :
JOSUA DWI PUTRA SIBURIAN
171201138
MNH 5
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Nipah termasuk tanaman dari famili Arecaceae (palem). Tanaman ini tumbuh di sepanjang sungai yang
terpengaruh pasang surut air laut, dan dikelompokkan kedalam tanaman hutan
mangrove. Habitat nipah yang berada dalam ekosistem mangrove merupakan salah
satu bagian dari ekosistem lahan basah yang paling produktif. Tanaman ini
memiliki nilai ekologi dan sosial ekonomi sebagai sumber bahan makanan, bahan
bakar, bahan bangunan dan bahan baku obat. Sebaran jenis tanaman nipah utamanya
di daerah equator, melebar dari Sri Langka ke Asia Tenggara hingga Australia
Utara. Luas areal pertanaman nipah di Indonesia diperkirakan 700.000 ha,
terluas dibandingkan dengan Papua Nugini (500.000 ha) dan Filipina (8.000 ha).
Di Indonesia pohon nipah mempunyai berbagai nama lokal seperti daon, daonan,
bhunjok, lipa, buyuk (Sunda, Jawa), buyuk (Bali), bhunyok (Madura), bobo
(Menado, Ternate, Tidore), boboro (Halmahera), palean, palenei, pelene, pulene,
puleanu, pulenu, puleno, pureno, parinan, parenga, (Maluku).
Tumbuhan nipah merupakan palem tidak berbatang.
Tumbuhan ini berakar serabut panjang dan bisa mencapai belasan meter. Batangnya
menjalar di tanah membentuk rimpang yang terendam oleh lumpur. Hanya daunnya
yang muncul di atas tanah sehingga tanaman ini tampak seolah-olah tak
berbatang. Dari rimpangnya tumbuh daun majemuk (seperti pada jenis palem
lainnya) besar dan panjang dengan tangkai daun sekitar 1-1,5 m, anak daun
berjumlah antara 25-100 dengan ujung lancip. Daun mudanya berwarna kuning
menyerupai janur kelapa sedangkan yang tua berwarna hijau. Bunga nipah majemuk
muncul dari ketiak daun dengan bunga betina terkumpul di ujung membentuk bola
dan bunga jantan tersusun dalam malai serupa untai merah, jingga atau kuning
pada cabang di bawahnya. Panjang tangkai bunga mencapai 100-170 cm. Tandan
bunga inilah yang dapat disadap untuk diambil niranya.
Tanaman ini memiliki buah berbentuk bulat telur
dan gepeng dengan 2-3 rusuk, berwarna coklat kemerahan. Panjang buahnya sekitar
13 cm dengan lebar 11 cm, ujung lancip dan dinding buah tengah berserabut. Buah
berkelompok membentuk bola berdiameter sekitar 30 cm. Dalam satu tandan, dapat
terdiri antara 30-50 butir buah. Nipah merupakan sumber pangan dan energi. Selain
itu, tanaman ini mengandung polifenol, tannin dan alkaloid. Berdasarkan Maspari
Journal (2013), tanaman nipah telah biasa dimanfaatkan sebagai bahan obat
tradisional seperti obat sakit perut, diabetes dan obat penurun panas dalam
oleh masyarakat pesisir. Ekstrak tanaman ini berkhasiat sebagai karminatif
(dapat membantu pengeluaran angin dari tubuh), penawar racun serta obat
penenang. Dilaporkan juga bahwa pemanfaatan nipah secara tradisional oleh
masyarakat yaitu untuk menghasilkan gula dan garam selain jajanan yang dibuat
dari buah nipah (Santoso et al., 2005). Gula
nipah diperoleh melalui pengolahan nira (cairan manis yang diperoleh dari
tandan bunga sebelum mekar), sedangkan garam nipah diperoleh dari daging
pelepah yang tua. Adapun keunggulan nipah lainnya yaitu dapat menghasilkan 0,4
sampai 1,2 L nira nipah per pohon per hari. Nira nipah mengandung sukrosa
sebanyak 13-17%, ini merupakan suatu bahan yang sangat potensial untuk diolah
menjadi bioetanol.
Seiring berjalannya kemajuan dan pembangunan,
ekosistem serta habitat nipah dan hutan mangrove semakin menyusut. Disinyalir
konversi hutan nipah dan mangrove menjadi tambak mengakibatkan berkurangnya
hutan nipah. Seperti studi kasus Masyarakat Adat Cerekang di Kabupaten Lawu
Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan kajian ilmiah CIFOR yang berjudul
“Desentralisasi: Ancaman dan Harapan Bagi Masyarakat Adat, Studi Kasus
Masyarakat Adat Cerekang di Kabupaten Lawu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan”,
menjelaskan bahwa 20 tahun yang lalu adanya lonjakan penurunan tanaman nipah
yang sangat drastis dirasakan oleh para perajin atap nipah yang tinggal di
sekitar sungai Cerekang. Setelah desentralisasi, para perajin atap nipah
merasakan bahan baku semakin berkurang akibat dikonversinya hutan nipah untuk
tambak. Para nelayan juga merasakan semakin sulit mencari ikan di sungai dan
perairan laut sejak adanya konversi hutan nipah dan mangrove secara ekstensif.
1.2 Rumusan Masalah.
1.
Apa itu pohon nipah?
2.
Deskripsi dan ciri-ciri pohon nipah?
3.
Persebaran dan habitat pohon nipah?
4.
Pemanfaatan nipah?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui apa itu pohon nipah
2.
Untuk mengetahui ciri-ciri pohon nipah
3.
Untuk mengetahui persebaran dan habitat pohon nipah
4. Untuk mengetahui manfaat nipah
BAB II
ISI
2.1 Pengertian pohon nipah
Nipah atau Nypa fruticans adalah salah satu pohon anggota famili Arecaceae
(palem) yang umumnya tumbuh di di daerah rawa yang berair payau atau daerah
pasang surut di dekat pantai. Pohon nipah tumbuh di
lingkungan hutan bakau. Di Indonesia pohon nipah mempunyai berbagai nama
lokal seperti daon, daonan, nipah, bhunjok, lipa, buyuk (Sunda, Jawa), buyuk
(Bali), bhunyok (Madura), bobo (Menado, Ternate, Tidore), boboro (Halmahera),
palean, palenei, pelene, pulene, puleanu, pulenu, puleno, pureno, parinan,
parenga (Maluku). Nama latin tumbuhan ini adalah Nypa fruticans Wurmb yang bersinonim dengan Nipa arborescens Wurmb ex H.Wendl. dan Nipa litoralis Blanco. Sedangkan dalam bahasa
Inggris nipah dikenal sebagai nipa palm atau mangrove palm.
2.2 Deskripsi dan ciri-ciri pohon nipah
Batang nipah menjalar di tanah membentuk rimpang yang
terendam oleh lumpur. Hanya daunnya yang muncul di atas tanah, sehingga nipah
nampak seolah-olah tak berbatang. Akarnya serabut yang panjangnya bisa mencapai
belasan meter. Dari rimpangnya tumbuh daun majemuk (seperti pada jenis palem lainnya) hingga setinggi 9 meter dengan
tangkai daun sekitar 1-1,5 m. Daun nipah yang sudah muda berwarna kuning
sedangkan yang tua berwarna hijau. Bunga nipah majemuk muncul dari ketiak daun
dengan bunga betina terkumpul di ujung membentuk bola dan bunga jantan tersusun
dalam malai serupa untai, merah, jingga atau kuning pada cabang di bawahnya.
Tandan bunga inilah yang dapat disadap untuk diambil niranya. Buah nipah bulat
telur dan gepeng dengan 2-3 rusuk, berwarna coklat kemerahan. Panjangnya
sekitar 13 cm dengan lebar 11 cm. Buah berkelompok membentuk bola berdiameter
sekitar 30 cm. Dalam satu tandan, dapat terdiri antara 30-50 butir buah.
2.3 Persebaran dan habitat pohon nipah
Pohon nipah (Nypa fruticans)
merupakan tumbuhan asli pesisir Samudera Hindia bagian timur dan
Samudera Pasifik bagian barat laut. Tumbuhan ini tersebar mulai Sri Lanka,
Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, China (Pulau Hainan), India, Indonesia,
Jepang (Pulau Iriomote), Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam,
Australia bagian barat laut dan timur laut, Mikronesia, Guam, Palau, Papua New
Guinea, dan Kepulauan Solomon. Habitatnya adalah daerah rawa yang berair payau
atau daerah pasang surut di dekat pantai. Menurut data yang diperoleh Alamendah
dari situs IUCN, di beberapa tempat seperti Singapura, nipah termasuk tumbuhan langka yang terancam kepunahan. Sedangkan di
daerah lain populasi tumbuhan ini masih cukup melimpah sehingga IUCN Redlist mengevaluasinya dalam daftar Least Concern (berisiko Rendah).
2.4
Manfaat pohon nipah
Berbagai bagian tumbuhan nipah (Nypa fruticans) telah dimanfaatkan manusia sejak lama. Daun nipah dapat dimanfaatkan
untuk membuat atap rumah, anyaman dinding rumah, dan berbagai kerajinan seperti
tikar, topi dan tas keranjang. Pada zaman dulu, daun nipah juga dimanfaatkan
sebagai media tulis di samping daun lontar. Batang, dan
tangkai daun nipah dapat digunakan sebagai kayu bakar. Lidinya dimanfaatkan
sebagai sapu lidi, dan berbagai anyaman. Tandan bunga yang belum mekar dapat
disadap untuk diambil air niranya. Air nira ini dapat dijadikan gula nira,
difermentasi menjadi cuka dan tuak, juga sebagai bahan baku etanol yang dapat
dijadikan bahan bakar nabati pengganti bahan bakar minyak bumi.
Tunas nipah dapat dimakan dan buah nipah yang
masih muda dapat dijadikan semacam kolang-kaling untuk campuran minuman, kolak,
maupun dijadikan manisan. Sedangkan bijinya yang telah tua dapat ditumbuk untuk
diambil tepungnya. Pohon nipah (Nypa fruticans)
ternyata mempunyai manfaat yang tidak sedikit. Namun sayangnya pemanfaatan
tumbuhan ini masih sangat sedikit.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Di Indonesia pohon nipah mempunyai berbagai nama
lokal seperti daon, daonan, nipah, bhunjok, lipa, buyuk (Sunda, Jawa), buyuk
(Bali), bhunyok (Madura), bobo (Menado, Ternate, Tidore), boboro (Halmahera),
palean, palenei, pelene, pulene, puleanu, pulenu, puleno, pureno, parinan,
parenga (Maluku).
2. Batang nipah menjalar di tanah membentuk rimpang
yang terendam oleh lumpur hanya daunnya yang muncul di atas tanah sehingga
nampak seolah-olah tidak berbatang.
3. Pohon nipah (Nypa fruticans)
merupakan tumbuhan asli pesisir Samudera Hindia bagian timur dan
Samudera Pasifik bagian barat laut.
4. Daun nipah dapat dimanfaatkan untuk membuat atap
rumah, anyaman dinding rumah, dan berbagai kerajinan seperti tikar, topi dan
tas keranjang dll.